Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Gila

Apa hanya mataku bisa melihat ini? Bahwa selama ini mataku dan mata teman-temanku telah dijejali kacamata kepalsuan Ketika aku dan teman-temanku sedang menyirami pikiran yang segar, ternyata kami sedang menyiraminya dengan racun dan racun itu di bungkus oleh buku pelajaran
Postingan terbaru

Aliansi Rakyat Malang Melawan Kebijakan & Tindasan Fasis Rezim Jokowi-JK*

Salam Perjuangan untuk Rakyat Seluruh Bumi Manusia…!

Kita tahu bahwa tanggal 1 mei adalah tanggal merah, artinya itu adalah hari libur. Tapi perlu diketahui kalau tanggal 1 mei bukanlah hari libur untuk bersenang-senang, bukan hari libur untuk menghabiskan waktu untuk beristirahat dari kesibukan kita sehari-hari. Tanggal 01 mei adalah Hari Buruh se-Dunia, hari untuk “menunjukan perlawanan atas penindasan terhadap kaum buruh”. Perlawanan dengan aksi solidaritas turun ke jalan, saling menjaga, saling menguatkan. Melantangkan suara-suara perlawanan untuk memperjuangkan keadilan bagi kaum buruh.

Inovasi dan Hal-Hal yang Belum Selesai*

Setelah agak lama berpura-pura, kekecewaan itu datang dengan lebih jelas. Banyak hal yang tidak terpikirkan, banyak hal yang tidak tersampaikan, banyak hal yang tidak dilaksanakan, banyak hal yang tidak dilakukan bersama. Tak semua isu mampu ditindaklanjuti oleh redaksi, Mungkin sejak awal kita masih belum mampu untuk melihat sesuatu sebagai hal yang penting untuk disampaikan kepada pembaca. Kita juga belum bisa langsung tergerak untuk segera memberitakan sesuatu yang penting itu. Kita tak tahu harus mencari data dimana, wawancara siapa, bagaimana memahami peristiwa atau fenomena, mana yang timpang, dan harusnya gimana?

Jika Differance Adalah Alasan untuk Malas

Selasa, 16 Januari 2018, aku menuliskan judul untuk tulisan ini. Judulnya seperti yang ada di atas, lalu ada beberapa kata yang menjadi kerangka tulisan. Kata-kata itu adalah “Konsep difeerance derrida/Menulis, makna, dan typo/Papan, Sandang, Makan/Tujuan hidup. Kemudian saya kepikirandan mau melanjutkan tulisannya saat ini, kamis 19 april 2018. Masih teringat apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan, tentang hasil pembacaan saya setelah membaca Derrida (filsuf postmoderen) dan mencoba mengkritik persepsinya terhadap teks dan kehidupan.