Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

UAPM Inovasi dan Kritis

Tanggapan untuk esai “Mengapa Jurnalisme Kritis?”
Holil Asy’ari:
Tahun 2002 Dur membawa materi Jurnalisme Presisi dari Jogja. Saat itu pula kita sudah mulai mengenal secara samar apa itu framing, konten dan tentu juga analisis wacana. Puncaknya saat 2003 kami mengundang rekan-rekan Lembaga Pers Mahasiswa se-Kota Malang melakukan pelatihan materi baru itu. Kebetulan kami mendapuk dua pemateri dari Surabaya, satu yang saya ingat bernama Redi Panuju. Bersama Ketapel (Topik de Kiki) kami menghubungi saat narasumber. Ya, saya masih ingat waktu itu bulan Puasa dan si Topik ngajak mokel.

Merjo

Pemandangan pasar merjosari di satu april pagi. Ramai dan panas bercampur dengan bau lapak-lapak yang beragam. Pasar merjosari nampak tak utuh, ada lapak yang runtuh, ada juga beberapa lapak yang tak memiliki atap. Beberapa atap dilapisi terpal, untuk menahan hujan atau sekedar mencegah sinar matahari yang seenaknya sendiri menyambar apa saja yang dijangkaunya. Pasar merjosari tak sedang dibangun, ia sedang dihancurkan.

Orang Baik

Takutlah dengan kebaikan Orang-orang baik tak berbahaya Mereka sarapan dengan baik Olahraga dengan baik Tidur dengan baik Mandi dengan baik Dan kadang, berbohong dengan baik Maka dari itu, takutlah dengan kebaikan