Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Surat untuk Teman Lama

Ryunosuke berdiri di ujung jembatan sore itu. Ia menatap jembatan yang tak terlalu panjang itu, menatapnya lama-lama. Pandangannya seakan-akan tak mau diganggu oleh angin yang menyapa rambutnya. Ia membawa tas, dan memakai sepatu. Sepertinya ia membolos lagi hari itu. Menurut omongan orang-orang, Ryunosuke adalah anak yang pendiam, tak terlalu pintar, agak aneh, dan sering menanyakan hal-hal yang remeh kepada orang di sekitarnya.

Perspektif

Begitu kita membaca berita, kita mungkin mendapatkan informasi, entah informasi, baik, buruk, biasa. Mungkin juga yang lain. Namun sejauh penafsiran kita terhadap informasi itu, itu hanyalah penafsiran, perspektif saja. Pengaruhnya, biasanya dari pikiran kita atau dari lingkungan. Rasanya ini soal lama, tapi inilah yang hampir selalu terjadi tiap hari.

Kematian Tsalits

Air panas masuk kedalam cangkir putih berisi butiran teh. Tsalits menuangkannya dengan tenang, tanpa ekspresi, seperti biasanya. Diaduknya teh itu sebanyak 20 putaran selama delapan detik. Kemudian ia antarkan teh itu ke bangku nomor 12, ada seorang pria yang sudah duduk menunggu dari sekitar 10 menit yang lalu.

Nilai dan Persaingan

Kapitalisme adalah sistem ekonomi. Kita tahu itu. Pada dasarnya sistem kapitasilme didukung oleh suatu paham yang bernama liberalisme, dimana “kebebasan individu untuk meningkatkan kualitas hidupnya (makan, pakaian, tempat tinggal, hak asasi)” menjadi suatu keniscayaan.

Ibu Pedagang

Aku hinggap di tempat yang pengap Di mana malam begitu indah dengan lampu lampu Dan ramai orang-orang berfoto, bersenang-senang Tapi para pedagang jajanan ketakutan Matanya tajam memperhatikan semua orang yang lewat Pembeli kah? Teman kah? Pamong praja kah?