Langsung ke konten utama

Sholat


Ketika sholat aku bersyukur
Ketika sholat kadang aku tersenyum, lalu kutahan senyumku
Ketika sholat kadang aku salah arah, lalu aku mengulangi sholatku

Setelah sholat aku berdoa kepada Tuhan untuk aku dan kedua orang tuaku
Setelah keluar dari tempat sholat tiba-tiba aku melihat kenyataan yang mengerikan

Aku sadar kalau aku bersyukur dan tersenyum di atas penderitaan orang sakit yang terus berusaha untuk sholat
Aku sadar kalau aku salah arah dari kehidupan aman dan tak pernah mengulurkan tangan kepada mereka yang berada dalam garis kemiskinan

Dan aku sadar kalau aku tidak pernah mendoakan orang yang miskin dan menderita karena bertahan hidup dari kejamnya peperangan
Tapi, kadang aku lupa dan malas untuk sholat

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnalisme Kritis dan Outline?*

Sebuah pengantar

Perlu diketahui kalau jurnalisme kritis itu bukanlah sebuah genre jurnalisme. Ia hanyalah perpaduan antara jurnalisme dengan teori kritis dari aliran filsafat mazhab kritis (Adorno, Horkheimer, Marcuse, Habermas). Mahzab ini sering dibandingkan atau dilawankan dengan yang namanya aliran positivis (Emile Durkheim, Max Weber, Auguste Comte). Kalau kita belajar filsafat mazhab kritis, kita akan tahu bahwa perbandingan antara positivis dan kritis ini mengacu pada penolakan para pemikir di mazhab kritis terhadap filsafat/ilmu positivis. Kenapa ditolak? Bagi pemikir mazhab kritis, ilmu positivis telah gagal membawa kesejahteraan kepada manusia.

Mengapa (Jurnalisme) Kritis?

Dulu, kakek saya pernah bertanya, “apa bedanya ilmu dengan harta?” Saya tak menjawab, bingung. Firasat saya mengatakan, kakek pasti punya jawaban yang tidak biasa. Dan benar dugaan saya, katanya “kalau harta, yang harus melindungi itu kamu. Tapi ilmu, ilmulah yang akan melindungimu”.

Aku Gila

Apa hanya mataku bisa melihat ini? Bahwa selama ini mataku dan mata teman-temanku telah dijejali kacamata kepalsuan Ketika aku dan teman-temanku sedang menyirami pikiran yang segar, ternyata kami sedang menyiraminya dengan racun dan racun itu di bungkus oleh buku pelajaran