Langsung ke konten utama

Sabrina

Sabrina
Kepalsuan senyum ceriamu yang mengalihkan kebenaran
Rintihan gelak tawamu yang memerdukan tangisan
Kau sembunyikan belati yang menancap di hatimu


Sabrina
Perihnya kesabaranmu yang menahan kemarahan
Sakitnya hati ikhlasmu yang meredam kepedihan
Kau redam racun yang merasuki jiwamu

Terimakasih Sabrina
Dalamnya kepedihan yang kau bagikan kepadaku
Hangatnya kasih sayang yang pancarkan ketulusan
Kau ubah luka menjadi perisai yang melapisi jiwa dan ragamu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa (Jurnalisme) Kritis?

Dulu, kakek saya pernah bertanya, “apa bedanya ilmu dengan harta?” Saya tak menjawab, bingung. Firasat saya mengatakan, kakek pasti punya jawaban yang tidak biasa. Dan benar dugaan saya, katanya “kalau harta, yang harus melindungi itu kamu. Tapi ilmu, ilmulah yang akan melindungimu”.

Jurnalisme Kritis dan Outline?*

Sebuah pengantar

Perlu diketahui kalau jurnalisme kritis itu bukanlah sebuah genre jurnalisme. Ia hanyalah perpaduan antara jurnalisme dengan teori kritis dari aliran filsafat mazhab kritis (Adorno, Horkheimer, Marcuse, Habermas). Mahzab ini sering dibandingkan atau dilawankan dengan yang namanya aliran positivis (Emile Durkheim, Max Weber, Auguste Comte). Kalau kita belajar filsafat mazhab kritis, kita akan tahu bahwa perbandingan antara positivis dan kritis ini mengacu pada penolakan para pemikir di mazhab kritis terhadap filsafat/ilmu positivis. Kenapa ditolak? Bagi pemikir mazhab kritis, ilmu positivis telah gagal membawa kesejahteraan kepada manusia.

Hari Pertama Kuliah

Catatan ini adalah catatan hari pertama kuliah di semester lima. Hari pertama dari sembilan mata kuliah dalam seminggu terakhir pada agustus 2016. Catatan ini saya tulis untuk menyampaikan pandangan pribadi saya (tanpa harapan untuk dibaca) dalam bentuk catatan. Jika ada alasan lain yang menyebabkan saya menulis catatan ini, mungkin karena saya merasa mendapat pelajaran dari dua semester. Dari pikiran saya sendiri. Pelajaran bahwa “kuliah itu bisa mengecewakan, tapi yang lebih mengecewakan dari kuliah adalah tidak melawan kekecewaan itu dan melakukan hal yang menyenangkan.”