Langsung ke konten utama

Aku dan Mereka


Orang-orang mengasingkanku, perlahan
Ada yang mencoba mengakrabiku
Walaupun sebenarnya ia tak benar-benar ingin memahamiku
Ada yang takut kehilangan aku
Walaupun tak menginginkan aku melakukan apa yang aku inginkan
Ada yang benar-benar meninggalkanku
Walaupun ia tak bisa melepas ketergantungannya padaku

Aku pun pergi, perlahan
Sambil berpura-pura mendekati mereka
Ada yang aku butuhkan dari mereka
Kadang cuma berharap, yang tak kubutuhkan itu tak ada
Di satu sisi aku mengagumi mereka
Dan disisi lain, aku membenci mereka

Aku menginginkan sesuatu
Ada sesuatu yang harus diselesaikan
Hanya dengan mendekati mereka
Aku bisa mewujudkan keinginanku
Mereka mampu menyadarkanku akan satu hal
Tapi mereka juga hampir tak bisa disadarkan, sama sekali
Mereka membawa harapan dan kekecewaan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnalisme Kritis dan Outline?*

Sebuah pengantar

Perlu diketahui kalau jurnalisme kritis itu bukanlah sebuah genre jurnalisme. Ia hanyalah perpaduan antara jurnalisme dengan teori kritis dari aliran filsafat mazhab kritis (Adorno, Horkheimer, Marcuse, Habermas). Mahzab ini sering dibandingkan atau dilawankan dengan yang namanya aliran positivis (Emile Durkheim, Max Weber, Auguste Comte). Kalau kita belajar filsafat mazhab kritis, kita akan tahu bahwa perbandingan antara positivis dan kritis ini mengacu pada penolakan para pemikir di mazhab kritis terhadap filsafat/ilmu positivis. Kenapa ditolak? Bagi pemikir mazhab kritis, ilmu positivis telah gagal membawa kesejahteraan kepada manusia.

Mengapa (Jurnalisme) Kritis?

Dulu, kakek saya pernah bertanya, “apa bedanya ilmu dengan harta?” Saya tak menjawab, bingung. Firasat saya mengatakan, kakek pasti punya jawaban yang tidak biasa. Dan benar dugaan saya, katanya “kalau harta, yang harus melindungi itu kamu. Tapi ilmu, ilmulah yang akan melindungimu”.

Buku dan Senja (2)

Sudah tiga ronde Luis kalah dalam permainan catur melawan Albert. Albert menantang Luis lagi, ia merasakan kemajuan dari strategi catur Luis, tapi Luis menolaknya. Ia sudah bosan, dan ia berjanji akan mengalahkan Albert di waktu lain. Kemudian mereka melanjutkan bincang-bincang terkait buku yang mereka baca.