Langsung ke konten utama

Jalan



Jika kau sedang berdiri di tengah jalan dan menghadap ke satu arah
Apakah kau akan berjalan?
Apakah kau akan lari?
Atau kau akan diam?


Sebelum kau memutuskan untuk berjalan, lari, atau diam
Apa yang kau lakukan?
Berpikir, bertanya, mengabaikannya?
Atau melakukan sesuatu yang tidak aku ketahui?

Aku  bertanya kepadamu karena ketika dulu aku berada di posisimu
Aku tidak dibuat tidak sempat untuk berpikir, bertanya, atau mengabaikannya
Oleh siapa?
Mungkin oleh orang yang di hadapanku
Mungin juga oleh orang yang memandangku dari cermin
Bahkan aku tidak tahu bahwa aku memiliki kesempatan
Untuk berkehendak

Aku ingin jawabanmu, tapi kau berhak untuk tidak menjawab
Karena kau adalah dirimu
Dan aku adalah orang yang dulu telah berjalan, berlari, dan diam
Tanpa kesadaran akan kehendak

Jadi aku bertanya kepadamu
Apa yang akan kau lakukan?
Dan kuberitahu kau satu hal
Aku adalah dirimu yang lain

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnalisme Kritis dan Outline?*

Sebuah pengantar

Perlu diketahui kalau jurnalisme kritis itu bukanlah sebuah genre jurnalisme. Ia hanyalah perpaduan antara jurnalisme dengan teori kritis dari aliran filsafat mazhab kritis (Adorno, Horkheimer, Marcuse, Habermas). Mahzab ini sering dibandingkan atau dilawankan dengan yang namanya aliran positivis (Emile Durkheim, Max Weber, Auguste Comte). Kalau kita belajar filsafat mazhab kritis, kita akan tahu bahwa perbandingan antara positivis dan kritis ini mengacu pada penolakan para pemikir di mazhab kritis terhadap filsafat/ilmu positivis. Kenapa ditolak? Bagi pemikir mazhab kritis, ilmu positivis telah gagal membawa kesejahteraan kepada manusia.

Mengapa (Jurnalisme) Kritis?

Dulu, kakek saya pernah bertanya, “apa bedanya ilmu dengan harta?” Saya tak menjawab, bingung. Firasat saya mengatakan, kakek pasti punya jawaban yang tidak biasa. Dan benar dugaan saya, katanya “kalau harta, yang harus melindungi itu kamu. Tapi ilmu, ilmulah yang akan melindungimu”.

Buku dan Senja (2)

Sudah tiga ronde Luis kalah dalam permainan catur melawan Albert. Albert menantang Luis lagi, ia merasakan kemajuan dari strategi catur Luis, tapi Luis menolaknya. Ia sudah bosan, dan ia berjanji akan mengalahkan Albert di waktu lain. Kemudian mereka melanjutkan bincang-bincang terkait buku yang mereka baca.