Langsung ke konten utama

Cantik



Dan kuteguhkan diriku untuk mencari sebuah kecantikan
Kecantikan yang menancapkan pijakannya ke bumi ketika badai
Kecantikan yang kakinya menari melawan arus deras sungai
Kecantikan yang pergi ke dalam kobaran api untuk menyiram setangkai bunga


Aku tak ingin menyaksikan kecantikan yang mendua
Kecantikan palsu yang ditampakkan sebagai topeng kemunafikan
Kecantikan yang mengabdi kepada yang tak benar-benar ia tahu namanya
Kecantikan ketika kematian yang lain diamaknai sebagai anugrerah nafasnya

Jika kecantikan yang aku cari benar adanya, maka aku akan berteperang dengannya
Akan kuhajar kecantikan itu sampai dia tak bisa berdiri lagi
Akan kuterima semua serangannya dan aku hajar lagi
Akan kupertaruhkan nyawaku untuk kecantikan yang mampu membunuhku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnalisme Kritis dan Outline?*

Sebuah pengantar

Perlu diketahui kalau jurnalisme kritis itu bukanlah sebuah genre jurnalisme. Ia hanyalah perpaduan antara jurnalisme dengan teori kritis dari aliran filsafat mazhab kritis (Adorno, Horkheimer, Marcuse, Habermas). Mahzab ini sering dibandingkan atau dilawankan dengan yang namanya aliran positivis (Emile Durkheim, Max Weber, Auguste Comte). Kalau kita belajar filsafat mazhab kritis, kita akan tahu bahwa perbandingan antara positivis dan kritis ini mengacu pada penolakan para pemikir di mazhab kritis terhadap filsafat/ilmu positivis. Kenapa ditolak? Bagi pemikir mazhab kritis, ilmu positivis telah gagal membawa kesejahteraan kepada manusia.

Mengapa (Jurnalisme) Kritis?

Dulu, kakek saya pernah bertanya, “apa bedanya ilmu dengan harta?” Saya tak menjawab, bingung. Firasat saya mengatakan, kakek pasti punya jawaban yang tidak biasa. Dan benar dugaan saya, katanya “kalau harta, yang harus melindungi itu kamu. Tapi ilmu, ilmulah yang akan melindungimu”.

Aku Gila

Apa hanya mataku bisa melihat ini? Bahwa selama ini mataku dan mata teman-temanku telah dijejali kacamata kepalsuan Ketika aku dan teman-temanku sedang menyirami pikiran yang segar, ternyata kami sedang menyiraminya dengan racun dan racun itu di bungkus oleh buku pelajaran